Potensi Desa Tempuranduwur
Mengenal potensi sumber daya alam Desa Tempuranduwur yang meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
Sektor Pertanian
Desa Tempuranduwur memiliki potensi pertanian yang subur dengan dukungan iklim yang mendukung dan ketersediaan air yang baik. Sektor pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat dengan lebih dari 1.000 keluarga petani.
Komoditas Utama
Padi Sawah
Komoditas pangan utama
Jagung
Tanaman pangan strategis
Terong
Sayuran unggulan
Mentimun
Sayuran populer
Kacang Panjang
Legume populer
Ubi Kayu
Tanaman pangan alternatif
Keunggulan Pertanian Desa
- Tanah yang subur dengan tingkat kemiringan yang ideal
- Ketersediaan air yang mencukupi dengan 27 mata air
- Sistem irigasi yang baik dengan total saluran 4.125 meter
- Iklim yang mendukung dengan curah hujan 2.829 mm/tahun
Sektor Perkebunan
Selain pertanian pangan, Desa Tempuranduwur juga memiliki potensi perkebunan yang dikelola oleh 130 keluarga dengan total luas 70 hektar.
Tembakau
Komoditas perkebunan utama dengan pasar yang stabil
Kopi
Potensi pengembangan kopi kualitas tinggi
Pemasaran Hasil Perkebunan
Langsung ke Konsumen
Melalui KUD
Pengecer
Lumbung Desa
Sektor Peternakan
Usaha peternakan di Desa Tempuranduwur melengkapi sektor pertanian dengan berbagai jenis ternak yang dikelola oleh masyarakat.
Sapi
53 ekor
37 pemilik
Kambing
197 ekor
60 pemilik
Ayam Kampung
434 ekor
321 pemilik
Bebek
130 ekor
23 pemilik
Ketersediaan Pakan & Lahan
Tanaman Pakan Ternak
2,50 Ha
Produksi Hijauan Makanan
1,80 Ton/ha
Lahan Gembalaan
0,60 Ha
Lahan Milik Masyarakat
0,60 Ha
Sektor Perikanan
Budidaya perikanan air tawar menjadi salah satu potensi yang berkembang di Desa Tempuranduwur dengan memanfaatkan kolam dan empang yang tersedia.
Fasilitas Budidaya
Fasilitas budidaya ikan air tawar yang dikelola oleh masyarakat
Total Produksi
9 ton/th
Kapasitas produksi perikanan
Jenis Ikan & Produksi
Lele
2,00 ton/th
Ikan konsumsi populer
Nila
3,00 ton/th
Produksi tertinggi
Bandeng
1,20 ton/th
Ikan air tawar
Pemasaran Hasil Perikanan
Pasar Lokal
Melalui KUD
Lumbung Desa